Halaman

Senin, 02 Maret 2015

Tulisan Tangan Tak Bertuan

Aku terbangun dari ketidaksadaran sejenakku. lamaunan itu mengingatkanku akan arti dari kehidupan ini sesungguhnya.

Aku adalah sebuah huruf yang tergabung dalam kelompok kecil kata yang juga menjadi satu dalam rangkaian kalimat panjang.
aku sedang mengukir hidupku, dalam alunan tiap kata yang terpadu rapi seolah tak berujung, namun aku tahu, kelak aku akan berakhir pada titik.

Aku telah menyusuri hidup selama berpuluh kilo jauhnya dari awal paragrafku berasal. Namun aku tak tahu dimana aku akan berhenti, dan kapan itu akan terjadi.
aku sendiri tidak mengetahui dimana posisiku saat ini, apakah aku sedang berada diawal paragraf? yang berarti bahwa masih ada berjuta huruf bahkan angka yang akan kutemui? atau aku telah berada di tengah paragraf? atau justru, aku sedang ada dalam ujung paragraf? yang bermakna taklama lagi aku akan menemui titik akhirku?

sejauh ini, aku telah menemui mereka, serangkaian kata yang akan selalu ada bersamaku.

ya, kami adalah kedua puluh sembilan huruf yang terangkai dalam kata yang indah. Namun, saat ini kami terpencar, untuk mencapai apa yang kami cita-citakan.
tapi kami yakin, suatu saat akan bertemu kembali. kami yakin kami adalah serangkaian huruf tak terpisahkan, kami hanya terjegal oleh koma, bukan titik.

kami harap kami menjadi serangkaian paragraf yang berujung manis.



salam hangat,


aku yang mengasihimu.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar